Operant Behavior Principles in the Qur'an and Their Implementation in Pesantren Education: A Study at Pesantren Al-Husainy, Bima City
DOI:
https://doi.org/10.20414/elhikmah.v18i1.9983Keywords:
Operant behaviour, reinforcement, punishment, pesantren education, Living Qur'anAbstract
This article examines the application of the principle of Operant Behavior in the Qur'an and its implementation at Pesantren al-Husainy in Kota Bima. This principle encompasses positive reinforcement, negative reinforcement, and punishment as methods for shaping behaviour. The research employs a qualitative approach, using library research and living Quran methods to analyse relevant Qur'anic verses and observe their application to the pesantren. The findings indicate that the principle of Operant Behavior aligns with the teachings of the Qur'an, where positive reinforcement is reflected in the promise of rewards, negative reinforcement is embodied in the concept of taklif, which adjusts duties according to individual capability, and punishment serves to reduce undesirable behaviours and uphold justice. At Pondok Pesantren al-Husainy, this principle is applied through the recognition of academic and non-academic achievements and the implementation of punishments based on the severity of the violation. This study asserts that the implementation of Operant Behavior at the pesantren is consistent with the teachings of the Qur'an and contributes to the development of positive behaviour among students within the context of Islamic education.
Abstrak: Artikel ini mengkaji penerapan prinsip Operant Behavior dalam al-Qur'an dan implementasinya di Pondok Pesantren al-Husainy Kota Bima. Prinsip ini mencakup penguatan positif, penguatan negatif, dan hukuman untuk membentuk perilaku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Library Research dan Living Qur'an untuk menganalisis ayat-ayat al-Qur'an serta mengobservasi penerapannya di pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip Operant Behavior sejalan dengan ajaran al-Qur'an, di mana penguatan positif tercermin dalam janji pahala, penguatan negatif melalui konsep taklif yang menyesuaikan kewajiban dengan kemampuan, dan hukuman bertujuan untuk mengurangi perilaku buruk serta menegakkan keadilan. Di Pondok Pesantren al-Husainy, prinsip ini diterapkan melalui apresiasi untuk prestasi akademik dan non-akademik, serta penerapan hukuman berdasarkan tingkat pelanggaran. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi prinsip Operant Behavior di pesantren sejalan dengan ajaran al-Qur'an dan mendukung pembentukan perilaku positif santri dalam konteks pendidikan Islam.
Downloads
References
Amrullah, A. K. (2015). Tafsir Al-Azhar, Vol. 2 (3rd ed.). Pustaka Nasional.
Arum Sari, D. F. P., & Retnaningsih, D. A. (2023). Keutamaan orang berilmu dalam Al-Qur'an Surah Al-Mujadalah ayat 11. Tarbiya Islamica, 10(2), 118–129. https://doi.org/10.37567/ti.v10i2.2252
Asyari, A. (2020). Implementasi teori operant conditioning dalam pembelajaran tahfidzul Quran di PPTQ Muhammadiyah Ibnu Juraimi Yogyakarta. IQ: Jurnal Pendidikan Islam, 3.
Azhari, F. (2014). Pemikiran ulama tentang 'illat hukum (Suatu kajian ushul fiqh).
Baharudin, & Wahyuni, E. N. (2015). Teori belajar dan pembelajaran (1st ed.). Arruz Media.
Bufford, R. K. (n.d.). Basic behavioral concepts (Chapter 1 from The human reflex).
Ganiz, I. (2023). Jejak TGH. Ramli Ahmad; Sang Qari' Internasional. Ponpes Al-Husainy dan Insan Madani Institute.
Hasan, F., & dkk. (1981). Kamus istilah psikologi. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Jumlah Pondok Pesantren, Santri, dan Kyai 2018-2021. (2021). Data Pusat Statistik Kota Bima. https://bimakota.bps.go.id/indicator/108/560/1/jumlah-pondok-pesantren-santri-dan-kyai-.html
Junaedi, D. (2015). Sebuah pendekatan baru dalam kajian Al-Qur'an. 4.
Kementerian Agama RI (Ed.). (2004). Al-Qur'an dan tafsirnya (Ed. yang disempurnakan). Departemen Agama RI.
Kementerian Agama RI. (2010). Al-Qur'an dan tafsirnya (Ed. yang disempurnakan). Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kementerian Agama RI. (2019). Mushaf Al-Qur'an dan terjemahannya (T1-I-21st-ABC ed.). Alfatih Qur'an.
Khasanah, W. (2021). Kewajiban menuntut ilmu dalam Islam. Jurnal Riset Agama, 1(2), 296–307. https://doi.org/10.15575/jra.v1i2.14568
Mardalis, M. (1995). Metode penelitian: Suatu pendekatan proposal. PT Bumi Aksara.
Marfiyanto, T., Syafi'i, A., & Hermawan, H. (2019). Implementasi teori operant conditioning dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam melalui pendampingan guru Al-Qur'an. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 180–188. https://doi.org/10.31960/caradde.v1i2.108
McLeod, S. (2015). Skinner—Operant conditioning.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Novitasari, D. (2016). Implementasi pendidikan karakter berbasis Al-Qur'an di SD IT Lukman al-Hakim. UIN Sunan Kalijaga.
Pambudi, S., & Hoiriyah, N. (2020). Penerapan teori operant conditioning B.F. Skinner dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di sekolah. Al-Hikmah: Jurnal Studi Islam, 1.
Pasiska, & Alisyahbana, T. (2020). Manusia dalam pandangan psikologi. Deepublish. https://www.google.co.id/books/edition/Manusia_Dalam_Pandangan_Psikologi/vn_sDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=mazhab+behaviorisme&pg=PA33&printsec=frontcover
Pierce, W. D., & Cheney, C. D. (2008). Behavior analysis and learning (4th ed.). Psychology Press.
Pringgar, R. F., & Sujatmiko, B. (2020). Penelitian kepustakaan (Library research) modul pembelajaran berbasis augmented reality pada pembelajaran siswa. Jurnal IT-EDU, 05. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/it-edu/article/view/37489/33237
Rahim, M., & Fadil, M. (2020). Reformulasi 'illat dalam taklif sebagai pembaharuan hukum Islam: Studi atas makna safar. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Hukum, 18(2). https://doi.org/10.32694/010990
Rahman, M. K., & Fitriani, N. (2023). Implementasi reward dan punishment di Pondok Pesantren [Personal communication].
Ramadhani, M. A. (2022). Pesantren: Dulu, kini, dan mendatang. Kementerian Agama Republik Indonesia. https://kemenag.go.id/opini/pesantren-dulu-kini-dan-mendatang-ft7l9d
Septiana, S. A. (2021). Kerendahan hati dalam menuntut ilmu (Analisis Surah Al-Kahfi: 66). Journal Islamic Pedagogia, 1(1).
Sholeha, A., & Rabbanie, M. D. (2020). Hafalan Al-Qur'an dan hubungannya dengan nilai akademis siswa. Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam, 17.
Sihab, M. Q. (2005). Tafasir Al-Misbah, Pesan dan Pesan Keserasian Al-Qur'an (Vol. 11, 4th ed.). Lentera Hati.
Skinner, B. F. (2014). Science and human behavior. Pearson Education. http://bfskinner.org/store/
Supriatman, Y. Y. (2017). Pendidikan pesantren menurut Cak Nur dan Yudian Wahyudi. TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 1(1), 113–134. https://doi.org/10.52266/tadjid.v1i1.6
Tim Penyusun. (2021). Pedoman tata tertib Pondok Pesantren Al-Husainy Yayasan Nurul Qur’an Bima tahun 2021 M./1442 H. Pondok Pesantren Al-Husainy Kota Bima.
Yusuf Ali, A. (2004). The meaning of the Holy Qur'an. Amana Publications.
Zakariya, D. M. (2019). Metode mudah menghafal Al-Qur'an menurut Dr. Ahmad Salim. Tadarus: Jurnal Pendidikan Islam, 8.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Authors and readers can copy and redistribute the material in any medium or format, as well as remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, but they must give appropriate credit (cite to the article or content), provide a link to the license, and indicate if changes were made. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









