Character Education Based on Multiculturalism: A Case Study of Tuan Guru's Leadership at Pesantren Raudlatul Husna Kepok

Authors

  • Solihin Solihin Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram
  • Nurul Yakin Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.20414/elhikmah.v18i1.8971

Keywords:

character education, multiculturalism, leadership, pesantren, Tuan Guru, santri

Abstract

Multicultural-based character education plays a crucial role in shaping a generation that can adapt to global diversity. This article aims to explore the implementation of multicultural character education at Pesantren Raudlatul Husna Kepok, focusing on the leadership of Tuan Guru in shaping the character of the santri. The study employs a qualitative approach with a case study design, where data was gathered through in-depth interviews with Tuan Guru, the foundation's management, santri, and teaching staff, as well as direct observations. The findings reveal three key aspects: (1) Tuan Guru's leadership through the teaching of texts that emphasise moral values, ethics, and courtesy, which shape the character of the santri to be virtuous. (2) Tuan Guru's transformational leadership, applied through egalitarian principles, creates an inclusive environment where no social status distinctions exist among educators, and every individual is given the opportunity to contribute within the framework of Ahlussunnah wal Jamaah teachings. (3) The empowerment of alumni, who actively contribute to society, as evidenced by the placement of many alumni at the Quranic schools (Taman Pendidikan Al-Quran [TPQ]) in Central Lombok and their employment in various companies. This multicultural-based character education also strengthens solidarity among the santri and the wider community. Overall, the character education at Raudlatul Husna serves as a model for the development of value-based education relevant to the challenges of the times.

Abstrak: Pendidikan karakter berbasis multikultural memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mampu beradaptasi dengan keberagaman global. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi pendidikan karakter multikultural di Pesantren Raudlatul Husna Kepok, dengan fokus pada kepemimpinan Tuan Guru dalam membentuk karakter santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Tuan Guru, pengelola yayasan, santri, dan staf pengajar, serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama: (1) Kepemimpinan Tuan Guru melalui pengajaran kitab-kitab yang menekankan nilai moral, etika, dan sopan santun, membentuk karakter santri yang berbudi pekerti. (2) Kepemimpinan transformasional Tuan Guru yang diterapkan melalui prinsip egaliter, menciptakan lingkungan inklusif di mana tidak ada perbedaan status sosial antar tenaga pendidik, dan setiap individu diberi kesempatan berkontribusi dalam kerangka ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. (3) Pemberdayaan alumni yang aktif berkontribusi di masyarakat, terlihat dari banyaknya alumni yang ditempatkan di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di Lombok Tengah dan diterima bekerja di perusahaan-perusahaan. Pendidikan karakter berbasis multikultural ini juga memperkuat solidaritas di kalangan santri dan masyarakat. Secara keseluruhan, pendidikan karakter di Raudlatul Husna menjadi model pengembangan pendidikan berbasis nilai yang relevan dengan tantangan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afsana, H. (2008). Empowering women through education: Bridging the gender gap.

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control.

Dweck, C. S. (2006). Mindset: The new psychology of success.

Friedman, T. L. (2005). The world is flat: A brief history of the twenty-first century.

Gardner, H. (1999). Intelligence reframed: Multiple intelligences for the 21st century.

Goleman, D. (1995). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ.

Harahap, H. S., & Lubis, S. A. (2022). Resistensi pondok pesantren di era digitalisasi (Studi kasus Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru). Al-Fatih Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 5(1), 1–12. https://jurnal.stit-al-ittihadiyahlabura.ac.id/index.php/alfatih/article/163/157

Haryanto, R. (2017). Pemberdayaan santri Pondok Pesantren Musthafawiyah di era globalisasi (Studi kasus Pondok Pesantren Musthafawiyah). Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 9(2), 16–32.

Hidayat, T., Rizal, A. S., & Fahrudin. (2018). Peran Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 7(2), 461–472.

Hj. St. Rodliyah. (2014). Manajemen pendidikan berbasis Pondok Pesantren. Cendikia, 12(2), 306. https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/cendekia/article/download/230/20

Imam Syafi’I. (2017). Pondok Pesantren: Lembaga pendidikan pembentukan karakter. Al-Tadzkiyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 64.

Muliadi, E. (2012). Urgensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis multikultural di sekolah. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 55–68. https://ejournal.uinsuka.ac.id/tarbiyah/JPI/article/6819/2

Munir, A. (2019). Power and authority: Pondok Pesantren Potrey kepemimpinan Kiyai dalam lingkungan multikultural. JIEMEN: Journal of Islamic Education Management, 1(1), 117. https://jieman.uinkhas.ac.id/index.php/jieman/article/11/11

Nizarani, N., Kristiawan, M., & Sari, A. P. (2020). Manajemen pendidikan karakter berbasis Pondok Pesantren. Jurnal Intelektual Keislaman, Sosial dan Sains, 9(1), 344. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intelektualta/article/5432/2955

Nugraheni, Y. T., & Firmansyah, A. (2021). Model pengembangan pendidikan karakter di pesantren Khalaf (Studi kasus di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta). Quality, 9(1), 3956. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/Quality/article/9887/5002

Padilah, A. (2011). Struktur dan pola kepemimpinan Kiyai dalam pesantren Jawa. Hunafa: Jurnal Studia Islamika, 8(1), 103.

Sahlberg, P. (2011). Finnish lessons: What can the world learn from educational change in Finland?

Sari, W. N. (2021). Pendidikan karakter melalui pembelajaran IPS. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(1), 10–14.

Sen, A. (1999). Development as freedom.

Siregar, M. F. Z. (2023). Pentingnya pengembangan karir bagi perempuan di masa kini. Saree: Research in Gender Studies, 5(1), 89–102. https://doi.org/10.47766/saree.v5i1.1807

Tilar, H. A. R. (2022). Perubahan sosial dan pendidikan: Pengantar pedagogik transformatif untuk Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Umar, B. (2010). Ilmu pendidikan Islam (p. 28). Jakarta: Amzah.

Yudin, C. (2023). Variabel-variabel penelitian bidang manajemen pendidikan. Yogyakarta: Ruas Media.

Yusuf, M. (2023). Pendidikan multikultural dalam membentuk karakter santri di Pondok Pesantren Buntet. Tsaqafatuna: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 5(2), 134–141.

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Solihin, Solihin, and Nurul Yakin. 2024. “Character Education Based on Multiculturalism: A Case Study of Tuan Guru’s Leadership at Pesantren Raudlatul Husna Kepok”. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam 18 (1):61-74. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v18i1.8971.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.