Moderate Character Education in Sasak Cultural Institutions

An Islamic Education Perspective

Authors

  • Baiq Mulianah Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

DOI:

https://doi.org/10.20414/elhikmah.v18i2.13066

Keywords:

Character education, Religious moderation, Sasak cultural institutions, Islamic education, Digital transformation

Abstract

This study explores moderate character education within the cultural institutions of the Sasak community from the perspective of Islamic Religious Education. In Sasak society, the values of religious moderation have long been embedded through various traditions and social institutions that reflect attitudes of tolerance, balance (wasatiyyah), and inclusivity. Islamic education, particularly within pesantren and madrasah, plays a strategic role in strengthening the moderate character within society. This study employs a qualitative approach, utilizing literature reviews and observations of local cultural practices that contribute to fostering a moderate religious mindset. The findings indicate that moderate character education within the Sasak community is reflected in traditions such as begibung, nyongkolan, and customary law practices (awig-awig), which instill values of solidarity and social harmony. Furthermore, the role of Tuan Guru in educating santri about Islam as rahmatan lil ‘alamin (a mercy to all creation) is crucial in maintaining a balance between Islamic teachings and local wisdom. However, contemporary challenges such as uncontrolled digital information flow and the rise of extremist discourse on social media necessitate adaptive strategies in Islamic education. Therefore, strengthening moderation-based curricula, leveraging technology for Islamic education and dakwah, and fostering collaboration between pesantren and higher education institutions are essential strategies to sustain moderation values in the digital era. In conclusion, moderate character education within Sasak cultural institutions represents an integration of Islam and local wisdom that fosters an inclusive and harmonious society. Synergy between Islamic educational institutions, religious scholars (ulama), and the government is crucial in reinforcing an education system based on moderation values to address the challenges posed by globalization and technological advancements.

Abstrak: Penelitian ini membahas pendidikan karakter moderasi dalam pranata budaya Sasak dari perspektif Pendidikan Agama Islam. Dalam masyarakat Sasak, nilai-nilai moderasi beragama telah lama tertanam melalui berbagai tradisi dan pranata sosial yang mencerminkan sikap toleransi, keseimbangan (wasatiyyah), dan inklusivitas. Pendidikan Islam, khususnya dalam lingkungan pesantren dan madrasah, memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter moderasi di tengah masyarakat. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan observasi terhadap praktik-praktik budaya lokal yang berkontribusi dalam membangun sikap moderat dalam beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter moderasi di masyarakat Sasak terefleksikan dalam tradisi begibung, nyongkolan, dan praktik hukum adat (awig-awig), yang mengajarkan nilai kebersamaan dan harmoni sosial. Selain itu, peran Tuan Guru dalam mendidik santri tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara ajaran Islam dan kearifan budaya lokal. Namun, tantangan modern seperti arus informasi digital yang tidak terkontrol dan meningkatnya wacana ekstremisme di media sosial mengharuskan adaptasi dalam pendidikan Islam. Oleh karena itu, penguatan kurikulum berbasis moderasi, pemanfaatan teknologi dalam dakwah dan pembelajaran, serta kolaborasi antara pesantren dan institusi pendidikan tinggi menjadi strategi utama dalam menjaga nilai-nilai moderasi di era digital. Kesimpulannya, pendidikan karakter moderasi dalam budaya Sasak merupakan model integrasi antara Islam dan kearifan lokal yang mampu membentuk masyarakat yang inklusif dan harmonis. Sinergi antara lembaga pendidikan Islam, ulama, dan pemerintah sangat diperlukan untuk memperkuat sistem pendidikan berbasis nilai-nilai moderasi guna menghadapi tantangan globalisasi dan teknologi.

Keywords: Character education, religious moderation, Sasak cultural institutions, Islamic education, digital transformation.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andini, Dinda Rizki, dan Muhammad Sirozi. 2024. "Integrasi Kearifan Lokal dalam Perencanaan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam." Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran (JIEPP) 4(3): 465-471. https://doi.org/10.54371/jiepp.v4i3.566.

Arifin, Samsul. 2023. "Internalisasi Moderasi Beragama dalam Kurikulum Pesantren." EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 4(2): 1991-1998. https://doi.org/10.19105/rjpai.v1i1.3008.

Arifin, Samsul. 2023. "Internalisasi Moderasi Beragama dalam Kurikulum Pesantren." EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran 4(2): 1991-1998. https://doi.org/10.19105/rjpai.v1i1.3008

Badaruddin, TGH. Turmudzi. 2019. Wawancara, 13 September.

Bahrudin, Andre, dkk. 2023. "Tantangan Pembelajaran pada Pesantren di Era Digital." Indonesian Research Journal in Education 4(3): 34–50. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1643.

Bahrudin, Andre, dkk. 2023. "Tantangan Pembelajaran pada Pesantren di Era Digital." Indonesian Research Journal in Education 4(3): 34–50. https://doi.org/10.31004/irje.v4i4.1643.

Fallahnda, B. (2024, December 4). Perang Topat di Desa Lingsar, Bertempur untuk Harmoni Kehidupan. Tirto.id. https://tirto.id/perang-topat-di-desa-lingsar-bertempur-untuk-harmoni-kehidupan-g6o4

Fanindy, M. Nanda, dan Siti Mupida. 2021. "Pergeseran Literasi pada Generasi Milenial Akibat Penyebaran Radikalisme di Media Sosial." Millah: Journal of Religious Studies 20(2): 195-222. https://doi.org/10.20885/millah.vol20.iss2.art1.

Futaqi, Sauqi. 2018. "Konstruksi Moderasi Islam (Wasathiyyah) dalam Kurikulum Pendidikan Islam." Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars.

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of Cultures. New York: Basic Books.

Hamdan. 2022. "Model Pendidikan Agama Islam Multikultural di SMA Darul Muhajirin dan SMAN 1 Praya Lombok Tengah." Disertasi, UIN Mataram.

Hansen, Derek, Ben Shneiderman, dan Marc A. Smith. 2020. Analyzing Social Media Networks with NodeXL: Insights from a Connected World. 2nd ed. Burlington, MA: Morgan Kaufmann.

Hasbi. (2024, September 16). Meningkatnya Kasus Radikal terhadap Remaja Melalui Media Sosial. JurnalPost. https://jurnalpost.com/meningkatnya-kasus-radikal-terhadap-remaja-melalui-media-sosial/72315/

Husserl, Edmund. 2012. Ideas: General Introduction to Pure Phenomenology. Translated by W.R. Boyce Gibson. London: Routledge.

Imbar, Meike, dan Romi Mesra. 2024. "Peran Pendidikan Multikulturalisme dalam Membangun Harmonisasi Sosial di Masyarakat Indonesia." Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JELAS) 1(3): 98-105. https://naluriedukasi.com/index.php/jpipsjelas/article/view/131.

Indiraphasa, N. S. (2023, Desember). Media Sosial Jadi Platform Paling Berpengaruh Sebar Intoleransi di Kalangan Gen Z. NU Online. https://nu.or.id/nasional/media-sosial-jadi-platform-paling-berpengaruh-sebar-intoleransi-di-kalangan-gen-z-nL4rm

Jannah, R. (2024, June 8). Transformasi Digital Pesantren: Langkah Menuju Pendidikan Islam yang Adaptif dan Kompetitif di Era Modern. Pondok Pesatren Khozinatul Ulum. https://khozinatululum.com/transformasi-digital-pesantren-langkah-menuju-pendidikan-islam-yang-adaptif-dan-kompetitif-di-era-modern/

Jockers, Matthew L. 2014. Text Analysis with R for Students of Literature. Cham: Springer.

Mulianah, Baiq. 2020. "Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Memperkuat Moderasi Beragama Pada Keluarga Sasak Lombok Nusa Tenggara Barat." Disertasi, UIN Mataram.

Murdianto. 2021. "Pendidikan Islam Berbasis Kearifan Lokal: Memperkuat Identitas Suku Sasak Lombok di Era Digital." Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan 1(3): 238-248. https://doi.org/10.47709/educendikia.v1i3.4921.

Mustanir, Ahmad. 2024. "Reformulasi Hukum Penyelesaian Sengketa Wakaf (Studi Kasus Pemikiran Tuan Guru di Lombok)." Disertasi, Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/dspace.uii.ac.id/123456789/51808

Naamy, Nazar. 2020. "Transformasi Sosial Dakwah Tuan Guru : Dari Tradisional Menuju Era Digital." Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 16(1): 88–102. https://journal.staidenpasar.ac.id/index.php/wb/issue/view/12.

Naharudin. 2019. "Pendidikan Islam Multikultural Sebagai Modal Sosial Budaya Masyarakat Pluralis (Studi Tradisi Ngejot di Desa Lenek Kecamatan Aikmel Lombok Timur NTB)." JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala 4(5): 94-110.

Nurdin. 2018. Pendidikan Karakter dalam Islam: Teori dan Aplikasi. Bandung: Pustaka Aksara.

Ramzi, Muhajirin. 2022. "Digitalisasi Pesantren: Inovasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis ICT di Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada Lombok Barat." Disertasi, UIN Mataram.

Rofiq, Aunur, et al. 2023. "Peran Strategis Lembaga Pendidikan Tinggi Islam dalam Membumikan Nilai-Nilai Moderasi: Studi Interpretasi dan Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Ulul Albab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Universiti Malaya Malaysia." http://repository.uin-malang.ac.id/17385/.

Rosyidah, Isy Maryam. 2024. "Inovasi Hybrid Kurikulum Sekolah dan Pondok Pesantren Pada Era Teknologi Informasi." Jurnal Pendidikan Indonesia 5(9): 665-674. https://doi.org/10.59141/japendi.v5i9.3550.

Saifuddin, Lukman Hakim. 2019. Moderasi Beragama. Jakarta: Kemenag RI.

Saifudin, Ahmad. "Manajemen Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Perspektif Moderasi Islam Wasathiyyah." https://ejournal.staidapondokkrempyang.ac.id/index.php/jiem/article/view/19

Santoso, B. (2022, July 20). Pemerintah selenggarakan pelatihan literasi digital bagi pesantren. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/3008641/pemerintah-selenggarakan-pelatihan-literasi-digital-bagi-pesantren

Sugitanata, Arif, dkk. 2023. "Strategi Tuan Guru Masnun Tahir Dalam Mencegah Berkembangnya Radikalisme Di Indonesia." Jurnal Ilmu Kepolisian 17(1). https://doi.org/10.35879/jik.v17i1.372.

Syahroni, Muhammad Irfan. 2022. "Integrasi Kurikulum Pesantren ke Dalam Kurikulum Perguruan Tinggi: Pengembangan Model Kurikulum Rumpun Mata Kuliah al-Qur’an-Hadits pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor Lombok Timur." Disertasi, UIN Antasari.

Udin. 2020. "Prilaku Sosial Politik Tuan Guru Pasca Reformasi Dalam Memajukan Pendidikan Islam Di Lombok." Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan 12(1): 187-201. https://doi.org/10.47945/al-riwayah.v12i1.273.

Wahid, Ahmad. 2021. Wasatiyyah dalam Pendidikan Islam. Yogyakarta: Suara Islam

Downloads

Published

2024-12-31

How to Cite

Baiq Mulianah. 2024. “Moderate Character Education in Sasak Cultural Institutions: An Islamic Education Perspective”. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam 18 (2):257-88. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v18i2.13066.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 

You may also start an advanced similarity search for this article.