The Challenges Faced by Muslim Female Students in Maintaining Appearance and Validity of Wudhu: A Study on the Use of Waterproof Makeup
DOI:
https://doi.org/10.20414/elhikmah.v18i2.11575Keywords:
Makeup, waterproof , wudhu, Muslim women, religious practice, physical appearanceAbstract
This study examines the challenges faced by Muslim female students in maintaining their physical appearance while ensuring the validity of their ablution (wudhu), specifically regarding the use of waterproof makeup. A qualitative approach was employed, combining a literature review and survey data collected from 23 Muslim female respondents. The results reveal that most respondents prefer regular makeup over waterproof makeup, with 56.5% disliking waterproof makeup and 43.5% using it infrequently. A significant portion of participants expressed inconsistency in removing makeup, particularly mascara, before performing wudhu, with 60.9% uncertain about the implications of not removing makeup. Despite the benefits of waterproof makeup in terms of longevity, most respondents favoured products that are easier to remove for the sake of convenience during wudhu, although they acknowledged the need for touch-ups afterward. Furthermore, 87% of respondents were aware that wudhu is invalid if water does not reach the skin, and 95.7% recognised the importance of removing waterproof makeup to ensure valid wudhu. These findings highlight the difficulties Muslim female students face in balancing appearance with religious obligations.
Abstrak: Studi ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh mahasiswi Muslim dalam menjaga penampilan fisik mereka sambil memastikan keabsahan wudhu, khususnya terkait penggunaan makeup waterproof. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka dan pengumpulan data melalui survei yang disebarkan menggunakan Google Form. Sebanyak 23 responden yang merupakan mahasiswi Muslimah berpartisipasi dalam survei ini. Hasilnya mengungkapkan bahwa sebagian besar responden lebih menyukai riasan biasa daripada riasan tahan air, dengan 56,5% tidak menyukai riasan tahan air dan 43,5% jarang menggunakannya. Sebagian besar peserta menyatakan ketidakkonsistenan dalam menghapus riasan, terutama maskara, sebelum berwudhu, dengan 60,9% tidak yakin tentang implikasi dari tidak menghapus riasan. Terlepas dari manfaat riasan tahan air dalam hal keawetan, sebagian besar responden lebih menyukai produk yang lebih mudah dihapus demi kenyamanan selama berwudhu, meskipun mereka mengakui perlunya sentuhan ulang setelahnya. Lebih lanjut, 87% responden menyadari bahwa wudhu tidak sah jika air tidak mengenai kulit, dan 95,7% mengakui pentingnya menghapus riasan tahan air untuk memastikan wudhu yang sah. Temuan ini menyoroti kesulitan yang dihadapi siswi Muslim dalam menyeimbangkan penampilan dengan kewajiban agama.
Downloads
References
Abdullah, S., & Abdullah, M. (2021). Inovasi produk kosmetik halal: Kajian fiqh dan sains. Jurnal Kosmetik Islami, 4(2), 123-135.
Abdullah, S. S., Sirajuddin, M. D. M., & Kadir, A. R. A. (2022). Ablution-Friendly Cosmetics: Analysis From Fiqh Perspective. al-Qanatir: International Journal of Islamic Studies, 28(2), 72-82.
Ahmed, Z., & Al-Hashimi, F. (2020). Muslim women and the challenges of balancing beauty and faith. International Journal of Islamic Studies, 8(1), 45-60.
Anam, A. (2015). Fiqih wanita: Makeup waterroof dan keabsahan wudhu. Al-Hidayah Press.
Apriani, S., & Bahrun, K. (2021). Pengaruh Citra Merek, Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Maskara Maybelline. Jurnal Manajemen Modal Insani Dan Bisnis (Jmmib), 2(1), 14-25.
Asmidar, A. (2018). Hukum Wudhu Bagi Pengguna Kosmetik Water Proof Menurut MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Medan (Studi Kasus Mahasiswi Fakultas Syari’ah Dan Hukum Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Meddan).
Faqihuddin, A. (2017). Internalisasi nilai-nilai humanistik religius pada generasi Z dengan “design for change”. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 12(2), 263-284.
Faqihuddin, A. (2021). Menakar Integrasi Islam dan Ilmu Pengetahuan Pada Sekolah Islam Terpadu. Jurnal Pendidikan Agama Islam.
Faqihuddin, A., & Romadhon, F. (2023). Diferensiasi Konseptual dan Praktis Pendidikan Islam, Pendidikan Islami dan Pendidikan Agama Islam. TAKLIM: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(2), 119-132.
Kementerian Agama (2019). Al-Qur'an dan Terjemahannya Edisi. Penyempurnaan. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Badan.
Misbah, N. (2019). Sistem jaminan halal dalam Qanun Aceh No. 8 tahun 2016 tentang sistem jaminan produk halal (Studi terhadap Penggunaan Kosmetik Waterproof di Banda Aceh) (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).
Musyarrifani, N. I. (2022). Pengaruh Citra Tubuh terhadap Budaya Konsumsi pada Perempuan. SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities, 6(1), 67-80.
Naim, R. (2019). Hukum wudhu dengan makeup waterproof dalam perspektif fiqih. Journal of Islamic Jurisprudence, 3(1), 67-79.
Nastiti, M., & Rahayu, Y. E. (2019). BENTUK-BENTUK ISTILAH MAKEUP PADA TUTORIAL MAKEUPBEAUTY VLOGGER LINDA KAYHZDI YOUTUBE. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(3), 60-66.
Nazeladita, M. H., Febriadi, S. R., & Hayatudin, A. (2020). Analisis Hukum Wudhu bagi Pengguna Kosmetik Water Proof Menurut MUI. Prosiding Hukum Ekonomi Syariah, 6(2), 461-463.
Nurhofipah, S. (2021). Itsmid sebagai Eyeliner dalam Kosmetika Dunia Muslim: Studi Takhrij dan Syarah Hadis. Jurnal Riset Agama, 1(2), 439-448.
Rochmawati, R. (2022). The Effect of Waterproof Cosmetics on the Legitimacy of Wudhu. Profetika: Jurnal Studi Islam, 23(2), 239-248.
Rucitra, Z. S. (2017). Perbandingan Hasil Penggunaan Lem Bulu Mata Dan Base Eyeshadow Pada Koreksi Alis Tata Rias Pesta. Universitas Negeri Semarang.
Sari, D. P., Hidayah, N., & Atmanto, D. (2021). Analysis Of Consumer Preferences Analysis Of Consumer Preferences In The Selection Of Cosmetic Mascara. Jurnal Tata Rias, 11(2), 69-78.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Authors and readers can copy and redistribute the material in any medium or format, as well as remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially, but they must give appropriate credit (cite to the article or content), provide a link to the license, and indicate if changes were made. If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









