KLASIFIKASI KESALAHAN DAN HAMBATAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA AKADEMIK PADA MAHASISWA FTK UIN MATARAM
Main Article Content
Abstract
This study aims to (1) classify errors in the use of Indonesian
language which include the use of spelling and punctuation, word selection,
sentence composition, paragraph preparation in the scientific work of FTK
UIN Mataram students; (2) describe the obstacles and solutions for the use
of Indonesian in writing scientific papers among students of UIN Mataram.
This study uses a descriptive qualitative approach that is supported by verbal
data writing. Data collection in research uses documentation and interviews.
The documentation was taken from the fifth semester students’ scientific
work of the Arabic Language Education Department. The results showed
that the errors in the use of Indonesian language of FTK UIN Mataram
students included 35% letter writing errors, 45% writing punctuation errors,
25% word selection errors, and 20% sentence writing mistakes. The obstacles
in the use of Indonesian in the scientific work of students of the Faculty of
Engineering UIN Mataram are language barriers and non-language barriers.
Language barriers in the form of not mastering Indonesian language
rules correctly, and non-linguistic barriers include lack of practice and
habituation, control of the results of writing scientific papers for students
of the Faculty of Engineering UIN Mataram. The solution that can be
done is to get used to the use of Indonesian language based on language
rules, coaching by lecturers through mentoring writing scientific papers.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengklasifikasikan kesalahan
penggunaan bahasa Indonesia yang meliputi pengguanaan ejaan dan tanda
baca, pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf dalam
karya ilmiah mahasiswa FTK UIN Mataram; (2) mendeskripsikan hambatan
dan solusi penggunaan bahasa Indonesia dalam penulisan karya ilmiah di
kalangan Mahasiswa FTK UIN Mataram. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung dengan data verbal tulisan.
Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan dokumentasi dan
wawancara. Dokumentasi diambil dari karya ilmiah mahasiswa semester
V Jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kesalahan penggunaan bahasa Indonesia mahasiswa FTK UIN Mataram meliputi kesalahan penulisan huruf 35%, kesalahan penulisan tanda baca
45%, kesalahan dalam pemilihan kata 25%, dan kesalahan dalam penyusunan
kalimat 20%. Adapun hambatan dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam
karya ilmiah mahasiswa FTK UIN Mataram adalah hambatan kebahasaan
dan hambatan non-kebahasaan. Hambatan kebahasaan berupa kurang
menguasai kaidah bahasa Indonesia dengan benar, dan hambatan nonkebahasaan
meliputi kurangnya latihan dan pembiasaan, pengontrolan
terhadap hasil menulis karya ilmiah bagi mahasiswa FTK UIN Mataram.
Adapun solusi yang dapat dilakukan adalah dengan pembiasaan penggunaan
bahasa Indonesia berdasarkan kaidah kebahasaan, pembinaan oleh dosen
melalui pendampingan penulisan karya tulis ilmiah.
Downloads
Article Details
References
Bayu Dwi Nurwicaksono. 2018. ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA
PADA TEKS ILMIAH MAHASISWA.AKSIS Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia Volume 2 Nomor 2,.
Brooks, A. (2004). Posfeminisme & Cultural Studies: Sebuah pengantar paling komprehensif
(S. Kunto Adi Wibowo, penerjemah dan Idi Subandy Ibrahim, editor).
Yogyakarta: Jalasutra. (Karya asli diterbitkan pada 1997).
Darmawan, A. (2006). Seratus buku sastra terpilih karya perempuan. Dalam A.
Kurnia (ed.), Ensklopedia sastra dunia (hlm. 224—227).
Ibrahim, A. Gufron. (2008). «Bahasa Terancam Punah: Sebab-sebab Gejala dan Strategi
Pemecahannya». Dalam Kongres Internasional lX Bahasa lndonesia. Jakarta: Pusat
Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Ika Wahyu Prasetya. 2013. Analisi Kesalahan Berbahasa Tuturan Mahasiswa dalam
Seminar Proposal Skripsi Mahasiswa. Pancaran. Vol. 2. No. 2. Halman 11.
Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:
Gramedia
Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
Krisna, F.N. (2014). Studi kasus layanan pendidikan nonformal suku Baduy. Jurnal
Pendidikan dan Kebudayaan, 20(1): 1—13
Lumintaintang, Y.B. (2014). Industri film nasional sebagai media pelestarian bahasa
ibu dalam upaya memperkuat identitas bangsa: Fenomena penggunaan alih
kode. Kumpulan Makalah. Menyelamatkan Bahasa Ibu, Seminar Internasional Hari
Bahasa Ibu 2014, 117—125.
Mastoyo, Tri. 2007. Pengantar Metode Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Carasvati Book
Prihartono, Wawan. (2012). “Ciri Akustik Tuturan Modus Deklaratif Bahasa Jawa
Penutur di Medan (Perbandingan dengan Ciri Akustik Tuturan Modus Deklaratif
Bahasa Jawa Penutur di Solo)”. Medan: Tesis USU.
Putrayasa, Ida Bagus. 2009. Tatat Kalimat Bahasa Indonesia. Bandung: Refika
Aditama
Ramlan. 2008. Kalimat, Konjungsi,dan Preposisi Bahasa Indonesia dalam Penulisan
Karangan Ilmiah. Yogyakarta. Sanata Darma Press
Ratna, N.K. (2011). Antropologi sastra: Peranan unsur-unsur kebudayaan dalam proses
kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Subroto, Edi. 2007. Pengantar Metode Penelitian Linguistik Struktural. Surakarta: UNS
Press
Samsuri. 1991. Analisis Bahasa: Memahami Bahasa Secara Ilmiah. Jakarta: Erlangga
Sultan. 2013. Klirumologi Bahasa Indonesia. Pontianak: STAIN Press
Soedjito. Djoko Saryono. 2012. Tata Kalimat Bahasa Indonesia. Malang: Aditiya
Media
Sunda Ariana. 2012. Kesalahan Penggunaan EYD dalam Karya Ilmiah Dosen
Universitas Bina Darma.
Sayuti, S. A. (2008). Bahasa, identitas, dan kearifan lokal dalam perspektif pendidikan.
Dalam Mulyana (ed.), Bahasa dan sastra daerah dalam kerangka budaya (hlm. 23—
. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata
Dharma University Press.
Sundawati Tisnasari. 2017. ANALISIS KESALAHAN BAHASA PADA BANGUN D A N
PERPADUAN LEKSEM BAHASA INDONESIA. Jurnal Handayani ( JH). Vol 7 (1)
Juni 2017, hlm. 28-37
Tarigan. 1997. Analisi Bahasa. Jakarta:Gramedia
Wiradnyana, Ketut. (2011). Pra Sejarah Sumatra Bagian Utara: Kontribusinya pada
Kebudayaan Kini. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.