Relevansi Konsep Pendidikan Akhlak Umar bin Akhmad Baraja dengan Pendidikan Karakter Multidimensi Kurikulum Merdeka Belajar

Authors

  • Nur Ali Subhan Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Keywords:

Konsep Pendidikan Akhlak, Umar bin Akhmad Baraja, Pendidikan Karakter Multidimensi, Kitab Akhlaq lil Banin, Kurikulum Merdeka Belajar

Abstract

This article aims to evaluate the relevance of Umar bin Akhmad Baraja's concept of moral education in the book of al-Akhlaq lil Banin with Merdeka Belajar's multidimensional character education approach. This research uses a library research method with a qualitative descriptive approach. Data collection is carried out through the documentation method with content analysis techniques to systematically analyse message content and reveal the symbolic meaning implied in primary sources. The results showed that there is a strong relevance between the concept of Umar bin Akhmad Baraja's moral education in the book al-Akhlaq lil Banin and Merdeka Belajar's multidimensional character education. This book reviews various aspects of morals, including personal morals, morals towards God, morals towards the Prophet, and morals towards others. The main focus of tarbiyatul aulad fil Islam is the morals of birrul walidain and 'uququl walidain. The implementation of morals between children and parents in Islamic religious education includes attention to four aspects: educators, materials, methods, and approaches. The relevance of Umar bin Akhmad Baraja's moral education to multidimensional character education shows that moral education can be carried out at every level of education and is relevant for formal, informal and non-formal education.

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi konsep pendidikan akhlak Umar bin Akhmad Baraja dalam kitab al-Akhlaq lil Banin dengan pendekatan pendidikan karakter multidimensi Merdeka Belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi dengan teknik analisis isi untuk menganalisis isi pesan secara sistematis dan mengungkap makna simbolik yang tersirat dalam sumber primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi yang kuat antara konsep pendidikan akhlak Umar bin Akhmad Baraja dalam kitab al-Akhlaq lil Banin dengan pendidikan karakter multidimensi Merdeka Belajar. Kitab ini mengulas berbagai aspek akhlak, termasuk akhlak pribadi, akhlak terhadap Tuhan, akhlak terhadap Nabi, dan akhlak terhadap sesama. Fokus utama tarbiyatul aulad fil Islam adalah akhlak birrul walidain dan ‘uququl walidain. Implementasi akhlak antara anak dan orang tua dalam pendidikan agama Islam mencakup perhatian pada empat aspek: pendidik, materi, metode, dan pendekatan. Relevansi pendidikan akhlak Umar bin Akhmad Baraja dengan pendidikan karakter multidimensi menunjukkan bahwa pendidikan akhlak dapat dilakukan di setiap tingkat pendidikan dan relevan untuk pendidikan formal, informal, dan non-formal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ainia, Dela Khoirul. (2020). Merdeka Belajar dalam Pandangan Ki Hajar Dewantara dan Relevansinya Bagi Pengembang Penididikan Karakter, dalam Jurnal Filsafat Indonesia, Vol 3, No 3.

Al-Hasyimi, Sayyid Ahmad. (2003). Syarah Mukhtaarul Ahaadiits, Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Amaliati, Siti. (2020). Konsep Tarbiyatul Aulad Fi Al-Islam Abdullah Nashih Ulwan Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Islam Untuk “Kidz Jaman Now”, dalam Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak 2, No. 2.

Baraja, Umar Bin Akhmad. (1992). Bimbingan Akhlak Bagi Putra-Putri Anda Jilid 1, terj. Abu Mustofa Alhalabi, Surabaya: Yayasan Perpendidikan Islam.

Husain, Ahmad. (2012). Tafsir Pendidikan, Tanggerang: Pustaka Asfa Media.

Ilyas, Yunahar. (2002). Kuliah Akhlaq, Yogyakarta: Lembaga Pengkajian Dan Pengalaman Islam.

Kemendikbud. (2018). Peraturan Kemendikbud. No 20 Tahun 2018 Tentang Pengutan Pendidikan Karakter Pada Satuan Pendidikan Formal.

Kemendikbud. (2019). Pedoman Pengutan Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat.

Kemendikbud. (2020). Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kemendikbud Tahun 2020-2024.

Mahmud. (2011). Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Cv Pustaka Setia.

Maimunah, Binti. (2009). Metodologi Pengajaran Agama Islam, Yogyakarta: Teras.

Majid, Abdul. (2013). Strategi Pembelajaran, Bandung: Pt Remaja Rosdakarya.

Mursi, Muhammad Said. (2001). Seni Mendidik Anak, Jakarta: Pustaka Al-Kaustsar.

Nugroho, Agung. (2015). Pola Pembentukan Akhlak Dalam Kitab akhlaq Lil Banin Karya Umar Bin Achmad Baradja (kajian pedagogis dan psikologis), Banjarmasin: Tesis.

Rusn, Abidin Ibnu. (2009). Pemikiran Al-Ghazali Tentang Pendidika, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2014). Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D), Bandung: Alfabeta.

Syamsussabri, Muhamad. (2013). “Konsep Dasar Pertumbuhan Dan Perkembangan Peserta Didik”, dalam Jurnal Perkembangan Peserta Didik Vol1, No 1 (Mei).

https://www.kompas.com/edu/read/2022/08/11/132213171/urgensi-pendidikan-etika-moral?page=all, Diakses Pada 17 Februari 2023.

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Subhan, Nur Ali. 2023. “Relevansi Konsep Pendidikan Akhlak Umar Bin Akhmad Baraja Dengan Pendidikan Karakter Multidimensi Kurikulum Merdeka Belajar”. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam 17 (2):95-108. https://ftkjournal-uinmataram.id/index.php/elhikmah/article/view/8665.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.