KARAKTERISTIK PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN ENDE KABUPATEN ENDE

Authors

  • Pius Pake Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Moch Shofwan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.20414/society.v15i1.9657

Abstract

Kecamaan Ende merupakan salah satu wilayah kecamatan yang terletak di bagian utara Kota Ende yang memiliki luas 170,98 km2 dengan jumlah penduduk 17.208 jiwa. Kaakteristik penggunaan lahan di Kecamatan Ende dapat dilihat dari beberapa indikator  yakni, permkiman,perkebunan, hutan serta infrastruktur jalan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penggunaan lahan di Kecamatan Ende. Pengumpula data dalam penelitian ini menggunakan survei primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan tenik analisis persentase. Karakteristik penggunaan lahan di Kecamatan Ende didominasi oleh jenis penggunaan lahan hutan, dengan luas total mencapai 47,17 Km2 dengan persentase sebesar 77 %, penggunaan lahan perkebunan seluas 12,33 Km2 atau 20 %, dan yang terakhir jenis penggunan lahan permukiman seluas 1,60 Km2 atau 3 % dari total keseluruhan.Selain itu terdapat  inifrastruktur jalan sepanjang 220,32 Km dengan rincian Jalan Lingkungan sepanjang 191,51 Km, Jalan Lokal sepanjang 26,41 Km dan Jalan Kolektor sepanjang 2,40 Km.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Haribulan, R., Gosal, P. H., & Karongkong, H. H. (2019). Kajian Kerentanan Fisik Bencana Longsor Di Kecamatan Tomohon Utara. Spasial, 6(3), 714–724.

Harung, E. P. ., & Buana, A. (2016). Kajian Kawasan Berpotensi Longsor di Kecamatan Mbeliling Kabupaten Manggarai Barat. Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota, 2015.

Hasnawir, H. (2012). Intensitas Curah Hujan Memicu Tanah Longsor Dangkal Di Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 1(1), 62. https://doi.org/10.18330/jwallacea.2012.vol1iss1pp62-73

Hermon, Dedi. (2015). Geografi Bencana Alam. Depok: Raja Grafindo Persada. http://snhrp.unipasby.ac.id/

Joni, J. (2017). Identifikasi Wilayah Rawan Bencana longsor Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Tahun 2017 (Doctoral dissertation, Universitas Widya Dharma).

Khambali, I. (2017). Manajemen Penanggulangan Bencana, Edisi 1. Yogyakarta: ANDI

Maimunah, Siti. (2010). Peranan Infrastruktur Jalan Terhadap Perekonomian Regional Di Indonesia. 22(1994), 113–133.

Naryanto, H. S. (2011). Analisis Risiko Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Dialog Pengulangan Bencana Voume 2 Nomor 1, Tahun 2011, hal 21–32, 12 gambar.

Nirwansyah, A. W. (2017). Dasar Sistem Informasi Geografi dan Aplikasinya Menggunakan ARCGIS 9.3. Yogyakarta: Deepublish.

Novianti, T. C. (2021). Klasifikasi Landsat 8 OLI Untuk Tutupan Lahan Di Kota Palemang. Jurnal Swarnabhumi Artikel, 6(1), 75–85.

Novitasari, A. R., Ma, I., & Hartanti, R. I. (2015). Analisis Risiko Bencana Tanah Longsor di Wilayah PT . Perkebunan Nusantara XII Kebun Teh Kertowono Lumajang ( The Analysis of Landslide Disaster Risk in Area PT . Perkebunan Nusantara XII Tea Plantation Kertowono Lumajang ).

Oktarian, S., & Usman, U. (2016). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Fasilitas Kota Tembilahan. Sistemasi, 5(1), 1-9. http:/sistemasi.ftik.uinsi.ac.id

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.22 Tahun 2007 Tentang Kawasan Rawan bencana Longsor.

Radja, V. M., Dua, I. K., & Ende, S. K. (2019). Tinjauan Keamanan Lereng Di Desa Tomberabu 1 Kecamatan Ende Kabupaten Ende. TEKNOSIAR, 13(1), 7–13.

Rahmad, R., Suib, S., & Nurman, A. (2018). Aplikasi SIG Untuk Pemetaan Tingkat Ancaman Longsor Di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Majalah Geografi Indonesia, 32(1), 1. https://doi.org/10.22146/mgi.31882

Rahmat, H. K., Pratikno, H., Gustaman, F. A. I., & Dirhamsyah, D. (2020). Persepsi Risiko dan Kesiapsiagaan Rumah Tangga dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Bogor. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Dan Humaniora, 6(2), 25–31. https://doi.org/10.30738/sosio.v6i2.7595

Rendo, Y. W., & Shofwan, M. (2021). Sebaran Risiko Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada. Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota, Hiroyuki 2005.

Shofwan, M. (2018). Mitigasi Bencana. Surabaya: Adi Buana University Press.

Shofwan, M., & Nur’Aini, F. (2018). Analisis Granulometri Tanah di Kawasan Rawan Longsor Desa Penanggungan Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. SNHRP-1, 833–840.

Shofwan, M., & Nur’aini, F. (2019). Potensi Risiko Wilayah Dalam Perspektif Indeks Desa Tangguh Bencana. Seminar Nasional Hasil Riset Dan Pengabdian, Ke-II, 2019. http://snhrp.unipasby.ac.id/, 535–545.

Syahbana,M. i. (2013). Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan Dengan Metode Object Based Image Analysis. Teknik Geodesi dan Geomatika. Institut Teknologi Bandung: Bandung

Tahir, Haryanti., (2019). Analisis Potensi Bahaya Tanah Longsor dan Upaya Mitigasi Bencananya Di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Teknik Perencanaan Wilayah Dan Kota.UIN Alaudin Makassar, 1–141.

Zaman, N. (2021). Hubungan Perubahan Penggunaan Lahan dan Kejadian Longsor Untuk Analisis Tingkat Kawasan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bua-Bua Kabupaten Kepulauan Selayar (Doctoral Dissertation,Universitas Hasanuddin).

Downloads

Published

2024-10-01

How to Cite

Pake, P., & Shofwan, M. (2024). KARAKTERISTIK PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN ENDE KABUPATEN ENDE. SOCIETY, 15(1), 9–15. https://doi.org/10.20414/society.v15i1.9657

Issue

Section

Articles