STRATEGI KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN AS-SUNNAH DALAM MENGEMBALIKAN CITRANYA PASCA KONFLIK IDENTITAS DI BAGIK NYAKE
DOI:
https://doi.org/10.20414/society.v14i1.6755Abstract
Tujuan penelitian ini adalah, (1) Untuk dapat menjelaskan situasi pondok pesantren As-Sunnah pasca konflik identitas di Bagik Nyake. (2) Untuk dapat menganalisis strategi komunikasi pondok pesantren As-Sunnah pasca konflik di Bagik Nyake. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat jenis studi kasus. Penggalian data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses penelitian intensif berlangsung selama hampir satu tahun dengan melibatkan berbagai informan yang terdiri dari Pimpinan pondok pesantren, Ustadz, serta santri pondok pesantren As-Sunnah Bagik Nyake, dan Masyarakat. Penelitian ini dianalisis dengan analisis domain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa situasi pondok pesantren As-Sunnah Bagik Nyake melakukan kegiatan seperti biasa yakni langsung sekolah, dan berbagai kegiatan kepondokan juga berlangsung walaupun pasca konflik dengan masyarakat yang mengakibatkan pembakaran tengah malam oleh massa yang tidak dikenal. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh pondok pesantren As-Sunnah dalam mengembalikan citranya pasca konflik identitas di Bagik Nyake adalah dengan (1) fungsi hubungan, yakni berdiskusi dengan masyarakat dengan cara saling menghadiri kegiatan satu sama lain akan tetapi tetap tanpa meninggalkan sunnah Rasulullah SAW. (2) Fungsi pendidikan, yakni menggabungkan kurikulum umum dan kurikulum kepondokan. (3) fungsi persuasi, yakni melakukan kajian setiap malam rabu, kegiatan tablig akbar dengan narasumber dari Timur Tengah, serta mempublish berbagai kegiatan pondok disosial media seperti Facebook, sehingga ini dapat memperbaiki atau meningkatkan citra yang baik bagi pondok pesantren As-Sunnah. (4) problem solving, yakni dengan meyakinkan para wali murid dan masyarakat bahwa pondok pesantren adalah pondok yang tepat bagi anak-anak mereka dari segi pembelajaran agama yang sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Downloads
References
Abdul Malik, ‘’Jaringan Intelektual Dan Ideologi Pesantren Salafi Jihadi: Studi Pada Daerah ‘’Zona Merah’’ Terorisme Di Bima’’, TA’ALLUM 6. No. 2 (November 2018): 225.
Abu Hasan Agus R, ‘’Strategi Image Branding Universitas Nurul Jadid Di Era Revolusi Industri 4.0’’, Tarbiyatuna 12. No. 1 (Februari 2019): 62.
Adi Fadli, ‘’Intelektualisme Pesantren; Studi Geneologi Dan Jaringan Keilmuan Tuan Guru Di Lombok’’, CORE IX. No. 2 (Juli-Desember 2016): 288.
Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), 274.
Faizah, ‘’Gerakan Salafi Di Lombok’’, HARMONI 11, No.2, (Oktober-Desember 2012): 56.
Hafied Cangara, Perencanaan & Strategi Komunikasi (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2017), 171.
Kadar Nurjaman dan Khaerul Umam, Komunikasi & Public Relation (Bandung: CV Pustaka Setia, 2012), 261.
Karsono dkk, ‘’Strategi Branding Dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Madrasah Tsanawiyah Negeri’’, JIEI 7, (Februari 2021): 873.
Kelik Setiawan dan M. Tohrin, ‘’ Format Pendidikan Pondok Pesantren Salafi Dalam Arus Perubahan Sosial di Kota Magelang ‘’, Cakrawala X. No. 2 (Desember 2015): 197.
Muhammad Imdad Robbani, ‘’ Salafyah: Sejarah dan Konsepsi’’, TASFIYAH 1, No. 2, (Agustus 2017): 247.
Rosady Ruslan, Manajemen Public Relation dan Media Komunikas (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2007), 143.
Suhilman, ‘’ Sejarah Perkembangan Pemikiran Gerakan Salafiyah’’, Islamika 19. No. 1 (Juli 2019): 71-72.
Syarifah Gustiawati Mukri, ‘’Modernisasi Sistem Pendidkan Pesantren’’, CORE, 5.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Siti Rahmatullah, Fahrurrozi, Abdul Malik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




