PENDIDIKAN DAN PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT NELAYAN PESISIR

Authors

  • Baharudin Baharudin

DOI:

https://doi.org/10.20414/society.v5i1.1451

Keywords:

kemiskinan, pendidikan, masyarakat pesisir

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu problem sosial yang amat serius.
Langkah awal yang perlu dilakukan dalam membahas masalah kemiskinan
ini adalah mengidentifikasi apa sebenarnya yang dimaksud dengan
miskin atau kemiskinan itu dan bagaimana mengukurnya. Konsep yang
berbeda akan melahirkan cara pengkuruan yang berbeda pula. Setelah
itu dicari faktor-faktor dominan (baik yang besifat kulutural maupun
yang bersifat struktural. Langkah selanjutnya adalah mencari solusi
yang relevan untuk memecahkan problem itu (strategi mengetaskan
kelompok miskin dari lembah kemiskinan). Berkaitan dengan konsep
kemiskinan, dikalangan para ahli, setidaknya ada tiga macam konsep
kemiskinan, yaitu kemiskinan absolut, kemiskina relatif dan kemiskinan
subyektif. Kemsikinan absolut dirumuskan dengan mmebuat ukuran
tertentu yang konkret (a fixed yardstick). Untuk mengukur itu lazimnya
berorientasi pada kebutuhan hidup dasar minimum anggota masyarakat
(sandang, pangan dan papan). Masing-masing negara mempunyai
batasan kemiskinan absolut yang berbeda-beda yang disebabkan oleh
kebutuhan hidup dasar masyarakat yang dipergunakan sebagai acuan
memang berlainan. Karena ukurannya dipastikan konsep kemiskinan
ini mengenal garis batas kemiskinan. Pernah ada gagasan yang ingin
memasukkan pula kebutuhan dasar kultural (basic culturek needs) seperti,
pendidikan, keamanan, rekreasi dan sebagainya, disamping kebutuhan
fisik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2014-04-29

How to Cite

Baharudin, B. (2014). PENDIDIKAN DAN PENGENTASAN KEMISKINAN MASYARAKAT NELAYAN PESISIR. SOCIETY, 5(1), 57–67. https://doi.org/10.20414/society.v5i1.1451

Issue

Section

Articles