JEJAK MAKAM SYEKH MAHMUD DI KOMPLEK PAPAN TINGGI SEBAGAI PUSAT SEJARAH DI TAPANULI SELATAN

Authors

  • Hanifah Rahmi UIN SUSKA RIAU
  • Nurul Fadilla UIN SUSKA RIAU
  • Elda Febrianti UIN SUSKA RIAU
  • Ellya Roza UIN SUSKA RIAU

DOI:

https://doi.org/10.20414/society.v16i2.13505

Abstract

Barus sendiri dikenal sebagai pintu gerbang masuknya Islam ke Indonesia, dengan aktivitas perdagangan yang melibatkan pedagang dari berbagai negara. Keberadaan makam ini menjadi bukti nyata akan pengaruh awal Islam di wilayah ini dan menarik minat wisatawan baik lokal maupun internasional untuk melakukan ziarah. Selain itu, masyarakat sekitar telah mengembangkan usaha kecil untuk mendukung pariwisata religi ini, meskipun mayoritas penduduk desa adalah non-Muslim. Secara keseluruhan, makam Syekh Mahmud tidak hanya berfungsi sebagai tempat peristirahatan terakhir tetapi juga sebagai simbol penting dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia dan menjadi salah satu destinasi wisata religi yang menarik.

Kata kunci: Barus, Jejak sejarah, Pusat Ziarah

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ika Purnama Sari dkk, “ Makam-makam Jejak Peninggalan Peradaban Islam Di Barus: Titik 0 Penyebaran Islam Di Nusantara”, Jurnal Penelitian Mulltidisiplin, Vol. 9, No. 3, 2025

Irwan Syari Tanjung dkk, “ Pengembangan Wisata Religi Makam Di Kecamatan Barus dan Brus Utara”, Jurnal Kolaboratif Sins, Vol. 7, No. 12, 2024

Khairunnisa, “ Titik Nol Islam Nusantara: Jejak Sejarah Islam Di Kota Barus, Tapanuli Tengah, Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu, Vol. 5, No. 2, 2022

Kresno Brahmantyo, Kresno Yulianto Sukardi, “Pembelajaran Sejarah Lokal Melalui “History Bytes” Tinjauan Kasus Di Barus, Sumatera Utara”, Archaeology Nexus: Journal Of Conversation And Culture, Vol.1,No.1, 2024

Masmedia Pinem, “Inkripsi Islam pada Makam-Makam Kuno Barus”, Jurnal Lektur Keagamaan, Vol.16, No.1, 2018.

Misri A Muchsin, “Barus dalam Sejarah: Kawasan Percaturan Politik, Agama dan Ekonomi Dunia”, Adabiya, Vol.19, No.1. 2019.

Mitra Sasmita Hasibuan dkk, “Merawat Wisata Religi Islam: Situs Islam Makam Papan Tinggi di Tengah Masyarakat Non-Muslim”, Nusantara: Journal Of Southeast Asian Islamic Studies, Vol. 20, No.1, 2024

Muhammad Rifqi Irsyad Dkk, “Migrasi Muslim India Ke Barus, Tapanuli Tengah Di Abad Ke-20 M: Sebuah Tinjauan Sejarah”, Local History & Heritage, Vol.3, No.2, 2023

Muklis Siregar dkk, “Makam-Makam Kuno Barus, Eksplorasi Peradaban Titik Nol Di Kota Tua Yang Terlupakan”, Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol.8, No.1, 2024

Sabrina Hutapia dkk, “ Sistem Pengelolaan Obyek Wisata ReligiDi Makam Syekh Mahmud Barus”, Jurnal Pengkajian Dakwah Dan Manajemen, Vol. 10, No. 2, 2022

Silma Aisya Putri, Dkk, “Menelusuri Makam Papan Tinggi Sebagai Tanda Peninggalan Penyebaran Islam Di Barus”, Jurnal Tsaqifa Nusantara, Vol 04, No.1, 2025

Suprayitno, “Islamisasi Di Sumatera Utara: Studi Tentang Batu Nisan Dikota Rantang Dan Barus”, Miqot, Vol. XXXVI, No.1, 2012.

Uky Firmansyah Rahman Hakim, “Barus Sebagai Titik Nol Islam Nusantara: Tinjauan Sejarah Dan Perkembangan Dakwah”, Jurnal Ilmiah Syiar, Vol.19, No.2, 2019.

Ulfah Nury Batubara dkk, “Studi Lapangan: Menelusuri Jejak Peninggalan Islam Di Barus”, Jurnal Adam: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Vol.2, No.1, 2023.

Wanti, Irini Dewi, 2006 “Barus: Sejarah Maritim Dan Peninggalannya Di Sumatera Utara”, Banda Aceh. Balai Kajian Sejarah Dan Nilai Tradisional Banda Aceh.

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Rahmi, H., Fadilla, N., Febrianti, E., & Roza, E. (2025). JEJAK MAKAM SYEKH MAHMUD DI KOMPLEK PAPAN TINGGI SEBAGAI PUSAT SEJARAH DI TAPANULI SELATAN. SOCIETY, 16(2), 31–37. https://doi.org/10.20414/society.v16i2.13505