INTERNALISASI NILAI-NLLAI AL-QUR’AN UNTUK MEMBENTUK PEMIMPIN YANG QUR’ANI
Main Article Content
Abstract
Kepemimpinan di Inonesia selama ini jauh dari konsep
kepemimpinan yang diinginkan dan diajarkan oleh Al-qur’an. Terlebih lagi
Indonesia adalah Negara dengan jumlah mayoritas muslim terbesar di dunia.
Kenyataan ini, membuat kalangan kelompok-kelompok garis kanan yang
menginginkan terbentuknya khilfah Islamiyah. Mereka memprokalmirkan
dan mengusung terbentuknya Indonesia menjadi sebuah Negara yang
berada di bawah naungan khilafah. Dengan kurang puasnya terhadap
kepemimpinan yang ada saat ini maka apakah harus diberlakukan system
khilafah di Indonesia untuk membuat Negara ini aman dan tidak akan ada
lagi berbagai macam bentuk teror, ataukah kepemimpinan yang ada di
Indonesia ini perlu diperbaiki. Penulis mencoba memberikan solusi terhadap
bagaimana sebenarnya pemimpin yang diinginkan oleh al-qur’an guna
membentuk Negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Pemimpin
yang diidamkan adalah peimpin yang mampu menjadikan al-qur’an sebagai
landasannya. Artinya bahwa seorang pemimpin yang selalu menyandarkan
hatinya kepada al-qur’an maka kesehariannya akan selalu dihiasi oleh nuansa
qur’ani. Sehingga masyarakat yang dipimpinnya mampu untuk menjadikan
pemimpinnya sebagai seorang tauladan.
Downloads
Article Details
References
Abu Zaid, Nasr Hamid, Teks Otoritas Kebenaran, Terj. Sunarto dema, yogyakarta: LKiS,2012.
Anwar, Roasihin, Ilmu Tafsir, Bandung: Pustaka Setia, 2008.
Chirzin, Muhammad. Nur ‘Ala Nur; 10 Tema Besar al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2011.
Dhahabi (al), Muhammad Husin, al-Tafsir wa al-Mufassirun, Kairo : Maktabah Wabah, 1989.
Ghafur, Waryono Abdul, Tafsir Sosial; Mendialogkan Teks Dengan Konteks, Yogyakarta:eLSAQ Press, 2005.
Hasan, M. Tholchan, Islam Dalam Persfektif Sisio Kultural, Jakarta: Lantabora Press,2000.
Hidayat, Komaruddin, Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermenueutika,Jakarta: Paramadina, 1996.
Husaini, Adian dan Abdurrahman al-Baghdadi, Hermeneutika dan Tafsir al-Qur’an,Jakarta: Gema Insani, 2008.
Ilyas, Yanuhar, Cakrawala al-Qur’an: Tafsir Tematis Berbagai Aspek Kehidupan, ogyakarta:Itqan Publishing, 2009.
Izzan, Ahmad, Ulumul Qur’an: Tela’ah Tekstual dan Kontekstual al-Qur’an, Bandung:Tafakkur, 2009.
Jibril, Muhammad Sayyid, Madkhal Ila Manahij al-Mufassirin, Kairo: al-Risalah, 1987.
Kealan, Metode Penelitian Agama Kualitatif Interdisipliner, Yogyakarta: paradigma,2010.
Kathir, Ismail Bin, Tafsir al-Qur’an al-Azim, beirut Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1998.
Khaeruman, Badri, Memahami Pesan al-Qur’an: Kajian Tekstual dan Kontekstual,Bandung: CV. Pustaka Setia, 2004.
Mustaqim, Abdul, Epistimologi Tafsir Kntemporer, Yogyakarta: LKiS Printing Cemerlang,2011.
Qattan (al), Manna’ Kholil, Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Terj. Mudzakir AS. Jakarta: PT.Pustaka Litera Natar Nusa, 2011.
Riyadi, Hndar, Tafsir Emansipatoris; Arah Baru Study Tafsir al-Qur’an, Bandung: CV.Pustaka Setia, 2005.
Rohiman, Metodologi Ilmu Tafsir dan Aplikasi Model Penafsiran, Yogyakarta: PustakaPelajar, 2007.
Shihab, M. Quraish, Wawasan al-Qur’an; Tafsir Maudu’i atas Berbagai Persoalan Umat.Bandung: Mizan, 1996.
Sobuni (al), Muhammad Ali as, at Tibyan Fi Ulum al-Qur’an, Bairut: Dar al-Kutub al-Islamiyah,2003.
Sobuni, Sufwah al-Tafsir, Bairut: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1998.
Syamsuddin, Sahiron, (ed), Hermeneutika al-Qur’an dan Hadis, Yogyakarta: aLSAQ Press, 2011.
___________, Relasi antara Tafsir dan Realita Kehidupan, Yogyakarta : aLSAQ Press, 2011.