PERSPEKTIF ISLAM DAN BUDAYA PADA TRADISI BARODAK ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT SUMBAWA DI ERA GLOBALISASI

Authors

  • Rosa Desmawanti a:1:{s:5:"en_US";s:32:"Universitas Islam Negeri Mataram";}
  • Silka Yuanti Draditaswari Universitas Islam Negeri Mataram
  • Baiq Widia Nita Kasih Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.20414/cordova.v14i2.11675

Abstract

This study examines the Barodak tradition in Sumbawa marriage ceremonies within the context of globalization, focusing on both Islamic and local cultural perspectives. Barodak, a tradition of applying natural-based body scrubs to the bride and groom, has become an inseparable part of the identity of the Sumbawa community. This tradition is not merely a cultural ritual but also reflects religious values that align with the philosophy of Islam, encapsulated in the saying, "Adat Berenti Ko Syara’, Syara’ Berenti Ko Kitabullah" (Tradition should be aligned with religious law, and religious law should follow the holy scriptures). However, modernization poses challenges to the preservation of Barodak. With the rise of globalization, certain elements of the tradition have shifted, including the ritual forms, symbolic meanings, and public perceptions regarding its relevance. This study adopts an ethnographic approach through participatory observation and in-depth interviews, enabling a deeper understanding of the cultural and religious values associated with Barodak. The findings reveal ongoing efforts to preserve the tradition's inherent values despite these changes. Sustaining Barodak requires a continuous approach involving community leaders and members, supported by government initiatives through cultural programs and digital promotion. It is hoped that Barodak will continue to endure as a symbol of the Samawa people’s identity, harmonizing culture and religion.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, Z. 2021. Metode Penelitian Kualitatif. Makassar: Syakir Media Press. Berani, A. (2019). Upacara Pangantan (Perkawinan Adat Sumbawa) di Desa Tapas

Sepakat (Studi Analisi Akulturasi Budaya edngan Agama). (Skripsi Sarjana,

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Branch, R. M. (2009). Instructional Design: The Addie Approach. Georgia: Springer.

Djaelani, M. B. (2005). Islam Rahmatan Lil’ Alamin. Yogyakarta: Warta Pustaka. Erna, D. (2008). Selayang Pandang Nusa Tenggara Barat. Klaten: Intan Pariwara

Ermawan, D. (2017). Pengaruh Globalisasi terhadap Eksistensi Daerah di

Kebudayaan Indonesia. Jurnal Kajian Lemhannas RI, Vol 32, 5 – 12.

Gunawan, H. (2018). Karakteristik Hukum Islam, Jurnal Al Maqasid, Vol 4(2), 105

– 125.

Hanak, H. M. I. (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi,

Jurnal Sosiologi Nusantara, Vol 5(1), 65 – 76.

Hidayah, N. (2018). Upaya Perpustakaan dalam Melestarikan Khazanah Budaya Lokal (Studi Kasus Perpustakaan HAMKA SD Muhamadyah Condongcatur). Jurnal Bibliotika, Vol 2(1), 21 – 26.

Hodriani, dkk. (2023). Pengantar Sosiologi dan Antropologi. Jakarta: Prenada

Media.

Irfan, Syukurman, dan B. B. Fikri. (2020). Globalisasi dan Tradisi Pernikahan Masyarakat Bima (Studi pada Pengaruh Globalisasi terhadap Pernikahan di Kelurahan Kendo, Kecamatan Raba, Kota Bima). Jurnal Pendidikan Sosiologi, Vol 3(1), 10 – 22

Jalaluddin. (2010). Psikologi Agama. Depok: RajaGrafindo Persada.

Jamiludin. (2017). Tradisi Banjar dalam Terpaan Globalisasi di Desa Keruak, Kecamatan Lombok Timur. Jurnal Pendidikan Dasar Fondatia, Vol 1(2).

Kasmira. (2020). Strategi Pemerintah dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan di

Kabupaten Gowa. Jurnal KIMAP, Vol 1(3).

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan Jawa. Jakarta: PN. Balai Pustaka. Kuntowijoyo. (2006). Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Larasati, D. (2018). Pengaruh dan Eksistensi Hallyu (Korean Wave) versus

Westernisasi di Indonesia. Jurnal Hubungan Internasional, Vol 9(1), 109 –

Miftahuddin dan A. Sugitanta. (2020). Barodak Rapancar on Samawan People Bale Brang Village: Between Islamic Law and Cultural Philosophy. Jurnal Hunafa Studia Islamika, Vol 17(2), 1 – 26.

Miles, M. B. and Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded

Sourcebook (2nd ed). California: Sage Publications Inc.

Mydin, S. A. H., A. S. M. Shukri, dan M. A. A. Razak. (2020). Peranan Akhlak dalam Kehidupan: Tinjauan Wacana Akhlak Islam, Jurnal Islam dan Masyarakat Kontemporari, Vol 21(1), 38 – 54.

Mubah, A. S. (2011). Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam

Menghadapi Arus Globalisasi. Jurnal Unair, Vol 24(4), 302 – 308.

Mufidah, L. L. N. (2016). Memahami Hakikat Islam dan Realitas Kaum Muslim: Upaya Membangun Masyarakat Madani, Jurnal Edukasi, Vol 4(1), 109 – 127.

Muhaimain dan Abdul Majid. (1993). Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: Trigenda Karya.

Rafiek. (2012). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.

Rambe, U. K. (2020). Konsep dan Sistem Nilai dalam Perspektif Agama-agama

Besar di Dunia, Jurnal Al Hikmah: Theosofi dan Peradaban Islam, Vol 2(1),

– 106.

Ramli, R. (2020). Nilai Sosial Tradisi Barodak pada Masyarakat. (Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Mataram).

Rosdiani, D. (2016). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Bandung: Alfabeta. Saifuddin, E. (1982). Agama dan Kebudayaan. Surabaya: Bina Ilmu.

Siregar, F. R. (2017). Nilai-nilai Budaya Sekolah dalam Pembinaan Aktivitas Keagamaan Siswa SD IT Bunayya Padangsidimpuan, Jurnal Kajian Gender dan Anak, Vol 1(1), 1 – 11.

Setiyawan, A. (2012). Budaya Lokal dalam Perspektif Agama: Legitimasi Hukum

Adat (‘Urf) dalam Islam, Jurnal Esensia, Vol 13(2), 203 – 222.

Suparno, G. Alfikar, D. Santi, dan V. Yosi. Mempertahankan Eksistensi Budaya Lokal Nusantara di Tengah Arus Globalisasi melalui Pelestarian Tradisi Gawai Dayak Sintang. Jurnal PEKAN, Vol 3(1), 43 – 56

Surahman, S. (2013). Dampak Globalisasi Media terhadap Seni dan Budaya di

Indonesia, Jurnal Komunikasi,Vol 2(1), 29 – 38.

Pongsibanne, L. K. (2017). Islam dan Budaya Lokal: Kajian Antropologi Agama.

Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.

Taufan, N. I. (2011). Tradisi dalam Siklus Hidup Masyarakat Sasak, Samawa, Mbojo. Bima: Museum Kebudayaan Samparaja.

Utama, A. A. dan Junaidi. (2023). Akulturasi Islam dan Budaya dalam Tradisi Perkawinan pada Masyarakat Sumbawa Nusa Tenggara Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, Vol. 7(1), 602 – 610.

Utami, N. W. (2016). Wujud Kebudayaan dalam Prosesi Barodak Ritual Adat

Pernikahan Sumbawa. Jurnal Retorika, Vol 9(2), 90 – 163. Widyosiswoyo, S. (2009). Ilmu Budaya Dasar. Bogor: Ghalia Indonesia.

Yesmil, A. dan Adang. (2013). Sosiologi untuk Universitas. Bandung: Refika

Aditama.

Yoga, S. (2018). Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Indonesia dan

Perkembangan Teknologi Komunikasi, Jurnal Al – Bayan, Vol 24(1), 29 – 46.

Zulkarnain, A. (2015). Tradisi dan Adat Istiadat SAMAWA. Yogyakarta: Penerbit

Ombak.

Additional Files

Published

2024-12-06

How to Cite

Desmawanti, R., Draditaswari, S. Y., & Widia Nita Kasih, B. (2024). PERSPEKTIF ISLAM DAN BUDAYA PADA TRADISI BARODAK ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT SUMBAWA DI ERA GLOBALISASI. Cordova Journal Language and Culture Studies, 14(2), 28–46. https://doi.org/10.20414/cordova.v14i2.11675